Mencintai Setiap Peran

ini tulisan pertamaku.tentang peran ibu, tentang pembelajaran menjadi ibu.Allaah…makasih ya pelajarannya selalu keren!
pernah bermimpi untuk mengadopsi anak, atau menemukan anak-anak yang dibuang. tapi itu terlalu sulit mungkin…Allah memilihkan takdir yang lain.
di sini aku harus bermain pintar, terkadang membayangkan menjadi anak, terkadang harus menjadi ibu. sulit, memang. karena aku memang belum pernah merasakan menjadi ibu. melahirkan, menyusui, dan membesarkan anak-anak dengan modal perjuangan. tugasku hanya menyambung peran ibu, sekejap saja!
terkadang aku mulai berlebihan terhadap peran yang dihantarkan ini. serius! aku hanya semacam supervisor kontrakan mahasiswi tanpa beasiswa atau peraturan yang mengikat. tapi aku menelan setiap peran dan tanggung jawab yang sudah Allah siapkan. dalam hidupku, semua perjalanan ini menyenangkan. setiap harinya selalu ada kejutan yang menyerap hikmah.
dari rumah dan segala pernak-perniknya. ganti lampu yang mati. tembok dan atap bocor. air gak nyala. serangan hama (tikus). banjir. kotor.
dari program kontrakan
piket kebersihan. shalat berjama’ah. dzikir. kajian. sms taujih. mengulang hafalan.
dari sederet peraturan
jam malam. no music. batas aurat muslimah. tamu laki-laki.
dari sisi manusiawi
sakit. curhat. ortu. bea-bea. marah. lelah. ngeluh. gosip. ngambeg.
sampai masalah pribadi
cucian banyak.laundry.tak ada baju. cucian gak kering-kering. cucian digantung di jendela. tugas menumpuk. sibuk organisasi. lupa cuci piring. beresin tempat tidur. males makan. susah bangun pagi dan shalat jama’ah.
dari sekian itu. menjadi ibu adalah tentang bermain peran. sejauh mana kita bisa mengakhiri peran dengan baik. amanah yang husnul khatimah dan selamat dari hisab. menjadi ibu yang menggerakkan. menjadi ibu yang mengisi ruh di setiap sudut rumah. tetap tersenyum melayani meski lelah mendera. tetap mengerjakan tugas meski sakit kadang menyela. ibu yang berani mengajarkan kebaikan. menyediakan pundak dalam deras air mata sang anak. menjadi ibu yang solutif. menjadi ibu yang sigap dalam mengambil keputusan. menjadi ibu di rumah dengan segala amanah. Allah ini untukku bukan? setiap ilmu yang Engkau berikan…aku mencintainya karenaMu, buat aku sibuk untuk mendoakan mereka dalam sujud-sujud ku. buat aku berhias cahaya karena cintaku padanya. sediakan pahala atas masalah-masalah mereka. karena rumah itu ladang dan mereka adalah tumbuhan yang harus aku tumbuhkan. maka jadikan mereka adalah setiap pembelajaran untuk ladang kebaikan untuk. Allah aku berterimakasih atasnya 🙂

Advertisements

Menunggu Jawaban 

Duhai Rabbi, terima kasih telah membuatku bernafas sampai hari ini. Itu berarti Engkau memberikan kesempatan taubat untukku. Entah rasanya butuh diteguhkan dengan jawaban Mu, dari arah mana saja. 

Dari mana aku mengurai segala dosa kelamku ini? Allah buat aku semakin mendekat dekat sekali dengan Mu. Terima kasih ya masih mempertemukan ku dengan orang-orang shalih. Setidaknya aku masih di jalan ini. 

Rabbi tentu saja aku begitu mengharap surga Mu. seperti pelacur yang rela memberikan minum kepada anjing yang kehausan menggunakan sepatunya. Aku juga ingin memiliki amal epic yang hendak mengangkat ku dari lumpur dosa besar. Tentu saja dengan kekuatan yang Kau titip kan. 

Rabbi ijinkan pernikahan ku menjadi jalan pertaubatan, ketenangan dan keberkahan. Memberi akhir yang baik. Penuh perjuangan mungkin. Allah ikatkan kami sekali lagi dengan ketaatan kepada Mu. Tambah terus porsi iman kami. Bersih kan hati kami untuk menerima cahaya Mu. 

Jadikan Al Qur’an satu-satunya sahabatku. Hingga menjadi bukti baktiku kepada orang tuaku. Juga pengajaran yang baik untuk anakku. 

Berikan aku kemampuan untuk menyelesaikan urusan dunia ku. Jangan sampai tergadai amalan ku di akhirat kelak. 
Rabbi aku ingin mencintaiMu lebih lebih lagi 💟

Sapih

28 Juli nanti Nafa tepat berusia 2th. Sudah dari jauh-jauh bulan saya mencoba sounding ke Nafa bahwa masa menyusuinya akan segera berakhir. Nafa memang belum bisa diajak komunikasi dua arah dengan bahasa lengkap. Tetapi dia mengerti apa yang kita katakan. Sebenarnya yang sedih itu Bundanya. Bakal berkurang salah satu bounding ke Nafa. huhuhu… 

Tapi kudu tegar donk ya. Ini kan perintah Allah. Jadi setiap kali saya hanya berdua dengan Nafa dan sedang menyusuinya, saya bilang : “Nafa sebentar lagi mau 2th, nanti Nafa gak nen Bunda lagi ya. Kata Allah nen nya cukup 2th saja. Tapi kalau mau bobo masih bisa di puk puk sama Bunda. Minum susunya diganti susu uht merk **tra ya? mau? Nafa bilang :mauk! Saya sebenarnya belum mengerti apakah dia benar-benar mau seperti yang dia katakan. Tetapi saya punya keyakinan bahwa dia akan lebih menyadari perkataan saya. Yang menarik setelah sekian bulan saya sounding adalah dia selalu bangun di tengah malam untuk minum. Membawa sendiri botol minumnya dekat tempat tidur. Bahkan menawarkan ke Ayahnya juga. Lalu tidur lagi. Naik dan turun ke kasur pun sendiri. Alhamdulillah. Selain itu seringnya tidur sendiri tanpa nen karena saking ngantuk dan lelahnya. Alhamdulillah jadi sangat berkurang frekuensi menyusuinya. Terlebih kalau misalnya dia asik main dengan teman-temannya dan tidak ingat pulang.Semoga kami dapat menyapih dengan cinta 💜💜💜💜💜💜

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

Mabok

Melewati hari2 ramadhan yang gambling bangeeeet. Mabok sepanjang hari. Hanya gegoleran di kasur. Nafa main sendiri. Si ayah sahur buka nyiapin sendiri. Aku sendiri gak puasa dan gak sanggup ke dapur padahal kudu rajin maem juga nyuapin nafa. Kasihan… 

Rumah apalagi gak terurus pisan euy. Nyapu seadanya. Nyuci tinggal muter2 aja yang ngejemur si Ayah. Gak megang setrikaaan, numpuk baju di pojok hho. 

Maafkan Bunda ya Nak… 

Maafkan istri mu ini ya Yah…

Berjuang biar ada makanan yang masuk mulut dan gak keluar lagi itu luar biasa. Habis makan yang ada begah, mual, nangis2 supaya gak keluar lagi yang udah ditelan. Gak suka bau2an. Gak suka mandi. 

Mampu kan Ya Alloh… 

asam lambung luar biasa acak adut. gampang juga masuk angin. Tenggorokan sampai sakit buat hoek hoek. Semangat ya Nak kita lalui bersama. 

Pengennya pulang kampung. Ada yang urus. Bisa request makanan kesukaan. Ada yang ngajak maen Nafa. Tapi egois banget yak sama si Ayah hhu… 

Semoga cepat kelar ya mabok nya. Dan bisa makan enak seperti sedia kala 

Aamiin  

Menuntaskan inner child

Jilid 1:introduction… 

Suatu hari saya ke psikolog. Beliau memberikan tugas untuk menuliskan apa saja masalah besar yang saya alami dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Belum sempat saya kerjakan tugas tersebut, beliau dipanggil sama Allah. sedih banget  rasanya. Sampai situ saya belum paham apa maksud dari tugas tersebut. Sampai banyak kejadian menyedihkan yang saya alami. Dan kemudian menikah. Masih baik-baik saja. Kemudian punya anak. Sampai di titik,  anak saya tumbuh semakin besar dan mulai aktif. Kemudian saya berubah menjadi monster di depannya daripada bergaya malaikat atau ibu peri baik hati. Dalam kondisi tertentu dimana hati saya gak karuan, iman anjlok, kelelahan, kecewa terhadap pasangan. Di situ saya merasa menjadi amat sangat jahat sama anak saya. Saya sadar ini bukan saya. Ini bukan endah yang dikenal orang sebagai sosok yang keibuan, sabar, dan lemah lembut. Kemana semua sifat itu? apa saya baby blues atau saya PPD? sepertinya bukan itu. 

Berjalannya waktu saya belajar parenting dan menemukan istilah “inner child”. Itu semacam jiwa masa kecil yang belum tuntas, ada dendam kecewa perlakuan tidak baik dll yang terpatri dalam diri kita. Berlaku  tanpa kita sadari. Kita mewarisi semua yang orang tua lakukan ke kita. Dan kemudian melakukan hal tersebut  kepada anak-anak kita. Bahkan tanpa kita bisa kontrol. Tugas kita adalah bersihkan, berdamai dan memaafkan, dan memutus mata rantai parenting yang tidak baik. Supaya anak kita berhak mendapatkan wajah pengasuhan terbaik tanpa bayangan masa kecil/lalu kita. 

Susah ya? iya Masya Allah. Dalam Islam ini dikenal sebagai tazkiyatun nafs. Memelihara dendam dan benci hanya akan meracuni diri kita sendiri. Semakin pekat hati kita menumpuk dosa akibat kebencian. 

Saya berdoa supaya saya bisa memberikan yang terbaik sebagai orang tua. Juga kuat untuk berdamai dengan segala masa lalu saya. Mampu memaafkan orang-orang yang mungkin tidak tahu pernah berbuat salah kepada saya. Semua orang pernah  salah. Hanya saja mungkin orang itu dulu belum tahu ilmunya. Kita bertumbuh baik bersama. 

Hanya Allah yang Kuasa. Hati yang bersih akan mudah menerima cahaya Allah. Allah yang kasih hati lembut. Hati yang lembut mudah menerima rahmat Allah. 

Nak, kita belajar bersama ya. Maafkan ibumu yang masih bertopeng monster ini. Semoga jadi ibu peri baik hati yang lembut, sabar, tanpa teriakan bentakan, main fisik main lisan. Mari tuntaskan inner child kita dan mendidik anak sejahtera ceria 
Aamiin Aamiin Aamiin 
 

Bunda Sebagai Agen Perubahan 

👑minat : Al Qur’an 

👑skill : Tahsin 
👑Isu Sosial : kebanyakan ketika kecil rajin mengaji, sudah besar malu mengaji dan sibuk sendiri. lebih suka kongkow bareng teman teman dan melupakan Al Qur’an
👑Masyarakat :pemudi pemuda usia belasan 
👑ide sosial : Rumah Mengaji 

suatu hari membayangkan tinggal di dekat kampung halaman dengan anak anak TKI TKW yang terlantar ditinggal kerja. Pengasuhan ala kakek nenek yang seadanya membuat mereka keluyuran tak tentu arah. Sebagian besar pergi ke pondok pesantren. Tapi keluar dari sana pun tak menjamin mereka dari masalah sosial. Harapan saya kelak bisa memperdayakan tenaga muda mereka untuk industri kreatif/kegiatan sosial (ini hanya ide sampingan) sembari menghidupkan Rumah Mengaji. Belajar Al Qur’an itu sepanjang hayat bukan hanya ketika di pondok. Dan akan hilang kalau tidak diamalkan. 
Bismillah… 👑

Misi Hidup dan Produktivitas

​a.  ambil salah satu ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran suka dan bisa (NHW7) 

Kemarin saya tidak mencantumkan ranah aktivitas yang saya sukai tapi saya belum merasa bisa. Yaitu Al Qur’an. 

b.  setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “Be Do Have” di bawah ini 

1] kita ingin menjadi apa? (BE) 

menjadi guru tahsin yang hafidzah

2] kita ingin melakukan apa? (DO) 

💚mengikuti program tahsin secara rutin dan mendapatkan nilai terbaik serta naik kelas ke program berikutnya 

💚lancar talaqqi

💚mencapai target tilawah 1 juz per hari khatam sebulan sekali

💚menghafal dan muroja’ah setor sepekan sekali 

💚talaqqi bersama suami dan mengulang materi di rumah 

💚mendengarkan murottal setiap hari

💚menghadiri kajian tentang Al Qur’an

💚latihan menulis Arab 

3] kita ingin memiliki apa?  (HAVE) 

💚skill mumpuni untuk mengajar tahsin

💚Rumah Mengaji

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah

1]  apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose) 

💚untuk diri saya sendiri adalah memperbaiki bacaan Al Qur’an saya. untuk anak saya dan keluarga adalah saling belajar dan mengajarkan Al Qur’an. Dengan belajar Al Qur’an kita berjuang mencari ilmu dan meraup pahala. untuk lingkungan sekitar adalah bisa mengajar mengaji anak anak sekitar. ke depannya saya ingin tinggal di lingkungan pondok dimana membaktikan ilmu saya bersama suami saya. semoga Allah menguatkan jalan saya dan keluarga menuju keluarga Qur’ani💝

2] apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10tahun ke depan (strategic plan) 

💚saya akan menghiasi kurun waktu itu dengan jam terbang mengajar mengaji dan menghafal Al Qur’an 

3] apa yang saya ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution) 

💚menyelesaikan program tahsin dengan sempurna dan memperbagus talaqqi
Mulailah dengan perubahan, karena pilihannya hanya satu Berubah atau Kalah💪

Tahapan Menuju Bunda Produktif 

​🍀Ketahuilah kekuatan diri (strenght typology) teman teman dengan cara sbb:

1 Masuk ke http://www.temubakat.com

2 Isi nama lengkap Anda dan isi nama organisasi :Ibu Profesional. Jawab questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya ✔

3 amati hasilnya  dan konfirmasi ulang dengan apa yang anda rasakan selama ini 

Insyaallah seperti yang dijelaskan di atas itu ada dalam diri saya. 
4 lampirkan hasil ST30 (strenght typology) di Nice Home Work #7

🍀Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari  1 aktivitas di setiap kuadran 

I aktivitas suka dan bisa 

II aktivitas suka dan tidak bisa

III aktivitas tidak suka dan bisa

IV aktivitas tidak suka dan tidak bisa